Maafkan aku.

Hai. Post kali ini sangat simple. Mungkin. Kerana, hatiku rasa sesuatu. Iye, aku akui memang ini salah aku. Tapi maaf, seperti yang aku kata kan. Aku takharap bende ini berlaku, langsung takde dalam list. I repeat, langsung. Jadi, sila. Sila dan sila lah maafkan aku. Cukup sekadar kalau kau menyanyi lagu Abg Abdi, aku maafkan kamu takperlu kita bertemu cukup kau tahu ~  Okay cukup, kang takpasal hujan turun di petang hari.


Bukan aku taksuka, tapi entah kenapa hatiku berat mengatakan jangan, and I keep hitting re-peat-peat-peat-peat-peat-peat. Banyak yang aku pelajari dari kau, tapi itu takcukup untuk aku kata ye. Aku serik, dan aku belajar dari pengalaman.


Dulu pernah aku jatuh, lalu kau datang menghulurkan tangan supaya aku dapat bangun berdiri bersama-sama dengan engkau agar kita dapat sama-sama memajukan perhubungan ini. Dulu, di dalam ini sepi. Sangat sepi sehingga jikalau jarum jatuh pon mampu di dengari. Dapat di bayangkan bagaimana sepinya di dalam ini? Lalu engkau datang membuat bising, bising yang mampu menganggu ketenangan jiwa. Bising yang teramat sangat. 


Dan kini, kau pergi. Dan aku pinta, tolong. Tolonglah jangan kembali. Agar tidak menambahkan sakit di hati. Maaf, engkau begitu mudah berputus asa. BEGITU MUDAH. Hanya satu pintaku, tolong jangan kembali. 



I only pray you never leave me behind, but now you already leave me behind. And, thank you.